• 27th May
    2012
  • 27

Soetha, 30 april 2012

Jatuh cinta bisa terjadi kapan saja, dimana saja, dengan siapa saja. Tapi apakah pernah kamu merasakan jatuh cinta pada orang yang sama disituasi yang sama pada waktu yang sama untuk kedua kalinya?


Berkali-kali diusapnya air matanya. Posisi tubuhnya pun disengajakannya memunggungi lelaki itu. Agar lelaki itu tidak melihat air bening disudut matanya. Ia kucek, kemudian ia pura-pura menguap agar ada alasan untuk mata yang memerah dan berair itu. Ia coba tersenyum, untuk menyamarkan kesedihan. Tapi tetap saja. Makin lama, air matanya malah makin deras. Ia nyaris terisak.

Diam-diam ia kabur ke kamar mandi. Didalam ruangan berdinding keramik putih itu akhirnya ia tumpahkan semua. Ia menangis sejadi-jadinya. Mata merah, hidung merah, jelek! Kemudian ia becermin. Membasuh mukanya tiga kali, memoles ulang wajahnya dengan makeup seadanya. Dan, ia kembali cantik. Setengah berlari ia menuju si lelaki. Memeluk manja, berusaha tersenyum wajar.

Tapi ia lupa satu hal “menyembunyikan gurat perih dimatanya”. *

Lelaki itu membalas pelukannya dengan sebuah kecupan manis di pipi sambil membelai mesra rambut pirangnya. Bikin iri! Mereka siap melanjutkan perjalanan. Tapi tunggu, lelaki itu tiba-tiba terdiam. Ditatapnya wajah si perempuan lekat-lekat. Ia seperti menangkap sebentuk ketidakwajaran dalam balutan kewajaran.

Ia dekap perempuan itu. Lirih ia berbisik, “Kenapa?? Apa yang membuatmu bersedih?” Perempuan itu diam. Kemudian tersenyum, “no. Everything was fine. Aku cuma sedih aja sebentar lagi liburan kita berakhir”. Lelaki itu diam saja. Tampak dari raut wajahnya, ia belum puas dengan jawaban si perempuan. Mungkin, sekarang ia akan membatin, bohong!

“aku tahu kamu bohong. Kamu tidak akan sanggup menyembunyikan kebohongan itu lama-lama.”

Ada hening yang lama setelah pria itu menyelesaikan ucapannya. Si perempuan lagi-lagi tertunduk. Ada jengah yang terbaca tetapi susah untuk diungkap.

“enggak! Aku gak bohong.”

” ya sudah, yang penting kamu ga sedih lagi ya. Ini liburan kita lho, masa ada sesi nangis-nangisnya sih?!”

Dengan sabar pria itu menuntun si perempuan menuju pintu keluar. Ribuan tanda tanya di benaknya. Tapi ia simpan. Ia tidak mau liburannya hancur berantakan.

” iya. Iya aku bohong sama kamu. Aku tidak tahu aku kenapa. Aku merasa sendiri. Aku merasa aku hanya hidup untuk diriku sendiri. Maafkan aku. Maafkan keegoisanku. Tapi aku ragu dengan ini semua. Suatu saat, kamu pasti akan meninggalkanku sendiri. Cepat atau lambat. Aku hanya tidak mau merasakan sakitnya saat ditinggalkan. Lebih baik kamu memang tidak pernah masuk kedalam hidupku.”

“apa kamu anggap hubungan kita selama ini? Kamu tidak pernah memandangku dengan kedua matamu? Atau mungkir sekedar memikirkanku dengan akal sehatmu? Apa aku hanya pelarian?” pria itu melontarkan pertanyaan yang tidak habis dipikirnya. Kenapa? Kenapa setelah selama ini engkau berpikir begini? Kenapa pada saat aku bertekad untuk melamarmu, tiba-tiba engkau malah lari menjauhiku? Menyakitiku dengan keraguanmu?

” aku hanya takut ditinggalkan lagi. Itu saja. Selama ini aku sendiri, biarlah selalu begitu. ” air mata perempuan berambut pirang itu semakin deras. Tidak ada lagi topeng kebahagian. Kali ini ia jujur. Ia adalah gadis berambut pirang yang sedang dalam keraguan.

” honey. Look at me. Kapan aku meninggalkanmu sendiri? Pernah? Mulai dari ketika aku melihatmu untuk pertama kalinya, ketika menangis terisak sendiri di ruang tunggu bandara ini, dari situlah aku berjanji pada diriku untuk membuatmu selalu bahagia. Untuk menemanimu. Maaf, jika aku tidak bersamamu dua puluh empat jam, tujuh hari seminggu. Tapi aku akan selalu ada. Aku rumah untukmu. Aku pelindungmu. Aku tidak mengharapkan balasan. Tapi aku hanya mau satu, tersenyumlah untukku disetiap harinya. ” Perempuan itu mendekap erat kekasihnya. Tangisnya semakin kencang. Ada lega dan cinta luar biasa yang tersembunyi pada setiap isaknya. Perempuan itu sadar, ia sedang jatuh cinta.

“Dan, itu adalah kata-kata termanis yang pernah kudengar. Ini tepat, dua tahun pertemuan kami di bandara ini. Tepat dua tahun, untuk pertama kalinya aku melihat sekulum senyum manis dan tatapan itu. Terimakasih Tuhan, untuk mengingatkanku bahwa cinta sejati itu masih ada.”


Special : untuk kamu yang tidak pernah jemu meyakinkanku. Untuk dua pecinta yang berdiri dihadapanku. Cinta sejati memang selalu ada.

  • 16th April
    2012
  • 16

Gawat! Saya Jatuh Cinta

Dari jarak ribuan kilometer, dari dua pulau yang berjauhan tiba-tiba ia berkata setengah bercanda·

” kamu baca novel begitu tebalnya satu harian?kenapa ga baca di gramedia?kan lumayan duitnya bisa buat makan kepiting kenari di Pondok Katu. Hahaha. Sampai segitunya sih dengan novel.”

Saya tertawa saja. Membayangkan ide konyol duduk selonjoran dilantai s seharian penuh, dibarengi tatapan sinis mas-mas penjaga toko, yang diusia segini rasanya begitu menyakitkan. Lagipula gengsi itu nomor satu. Toh juga masih ada duit untuk makan di Pondok Katu. Jangan kayak orang susah. Batinku sombong. Hehehe

Buku bagus itu sama saya seperti cari pacar. Makanya, Ketika membeli buku saya tidak akan kalap, saya hanya kalap dalam memilih. Saya bisa bolak-balik rak yang sama, menimbang, membaca sinopsisnya puluhan kali dan pulang hanya dengan satu buku atau bahkan mungkin jika hari itu hati saya bilang tidak, maka saya akan berakhir di rak majalah. Membeli majalah tanpa pikir panjang dan kemudian pulang.

Saya begitu mudahnya kagum dengan penulis-penulis. Terkadang berfikir, hidup seperti apa yang mereka punya sehingga bisa membuat sebuah karya yang begitu indah. Susunan abjad yang menghipnotis, rima yang meliuk, huruf-huruf tidak hanya terbagi menjadi konsonan dan vokal saja. Tetapi lebih dari itu, mereka seperti sekumpulan jiwa gentayangan yang mampu membuat saya tidak tidur berhari-hari kehabisan akal mengagumi imajinasi.

Saya mungkin pengagum imajinasi? Pengagum sastra? Entahla apa namanya.

Dan sekarang saya sedang jatuh cinta. Jatuh cinta pada sang supernova. Bukan kepada idenya, emm ya itu juga sih. Tapi lebih kepada kekuatan ia bertutur. Ibu suri supernova, dee, itu begitu unik. Ia seperti tidak terjebak dalam satu roh saja. Ia, ia kesurupan banyak roh. Hahaha

Membeli supernova itu bukan proses mencari pacar seperti yang kerap saya lakoni. Supernova itu lebih ke bintang sekolah dimana para gadis berebut mendapatkannya. Dan, sekarang saya salah satunya.

Saya mulai dengan buku satu. Ksatria, Putri dan BIntang Jatuh. Sebuah novel cinta yang indah sekaligus cerdas. Saya terbius dengan keromantisannya, saya seperti sosok pecinta ulung ketika membaca puisi-puisinya. Selesai membaca saya tutup buku dengan perasaan yang…merah jingga karena kumpulan kata-kata magisnya. Malamnya saya tidak tidur karena rindu yang menyayat.

Penasaran saya buka buku kedua, akar. Di buku ini saya bertemu bodhi si biksu penghianat. Saya tidak jumpa lagi bahasa indah, yang saya jumpai aura pertualangan dan keberanian. Cara berbicaranya berbeda sekali dengan buku satu. Ini tidak lagi indah. Ini berani. Malamnya saya terpikir, buku ketiga akan seperti apa? Dee akan kerasukan roh penulis apa?

Besok pagi, saya segera ke toko buku. Membeli dua buku lainya. Saya bukan penasaran bagaimana ceritanya, tapi lebih ke rimba aksara seperti apa yang akan terhampar didepan saya. Tepat, berbeda lagi. Buku ketiga, petir. Saya seperti melihat Dee yang konyol. Yang suka main-main dalam hidup. Yang mengalir saja. Yang tanpa beban, yang terperangkap dalam tubuh elektra si gadis listrik. Ahhh, ini gila! Gila! Bagaimana bisa otak itu bisa punya begitu banyak kepribadian. Dia tidak terjebak dalam satu roh. Dasar dukun. Hahaha

Buku keempat, partikel. Lagi-lagi saya terkagum-kagum dibuatnya. Saya tidak lihat si pecinta, tidak lihat si petualang, tidak lihat si konyol saya hanya bisa lihat si kehilangan, Zarah. Dan dee, berhasil menggambarkan dengan baik. Setiap tokoh seperti punya nyawanya sendiri-sendiri. Mereka seperti punya “pencipta” yang beda. Entah bagaimana, caranya mencipta. Bahasanya beda. Cara menulisnya berubah. Ia bertransformasi sesuai tokoh. Ajaib.

Setiap kali membaca, rasa kagum saya bertambah. Saya dapati muka saya memerah ketika melihat karyanya dirak buku toko buku langganan. Saya jatuh cinta.

Dan begini ya rasanya mencintai bintang sekolah? Membuatmu tidak tidur untuk menanti kejutan apa yang dia beri. Walau mungkin itu hanya kerlingan mata nyasar ataupun senyuman yang mungkin arahnya tidak jelas.

Menanti dan akan terus menanti kapan gelombang dan intelijensi embun pagi merasuki si pencipta. Yah, bintang sekolah aku akan terus menunggu kejutanmu.

  • 16th April
    2012
  • 16

28 April

Berkali-kali beliau menelpon hanya untuk memastikan saya akan datang ke hari besarnya. Dan sebanyak itu juga saya berbohong, berkata “iya” dengan mantap tapi dalam hati menolak mentah-mentah.

Bahkan suami saya pun tak memberi izin. “nanti saja kamu datang, tidak usah ramai-ramai bersama mereka. Aku tidak bisa mendampingimu. Adik juga lagi ujian. Aku gak mau disana kamu terluka lagi dan menangis. Gak usah ya sayang..”

Mengusap kepalaku lembut, menggengam tanganku erat. Gerak tubuhnya untuk meyakinkanku. Dan saya hanya bisa diam, memutar otak. Alasan apa yang logis yang bisa diberikan sehingga tidak membuat beliau terluka?

Ini dua minggu lagi menjelang hari h. Dan saya masih bingung. Seandainya saja beliau tegas, saya pasti tanpa ragu datang. Tetapi, jangankan membela saya jika ternyata mereka kelewatan, mungkin menatap mata orang-orang yang semena-mena kepada saya pun beliau tidak sanggup. Atau mungkin seandainya saja saya punya hati malaikat seperti beliau. Yang selalu iklash menerima, selalu sabar dan tabah, pasti ini saya anggap angin lalu saja. Tapi saya bukan malaikat. Saya hanya manusia atau mungkin setengah setan yang egois yang menyimpan setumpuk dendam dan amarah. Saya masih punya ego dan harga diri yang tidak bisa diinjak.

Tapi sungguh, saya adalah orang pertama yang berbahagia. Ketika beliau bilang “jatuh cinta”. Ketika saya (akhirnya) melihat lagi sepasang mata yang berbinar, sebentuk senyum yang merekah karena hp berdering. Ingat jugakan, ketika saya menelpon meyakinkan bahwa ini yang terbaik dan saya ingin lihat beliau bahagia.

Hanya kali ini, saya tidak bisa.

Maafkan saya. Maafkan saya. Maaf.

  • 23rd December
    2011
  • 23

Lagi-Lagi Medan

baru nyadar kalau postingan ini tersimpan rapi di draft dan tidak pernah di post. huhu, my bad!

***

Ingat tidak postingan saya beberapa hari yang lalu tentang betapa kesepiannya saya? Nah,jadinya saya memutuskan untuk berlibur. Yey!

Kota tujuan saya adalah …(drums roll) Medan! Hahaha, bodo` ah. Dibilang pulang kampung atau apalah itu. Yang penting keluar dari Padang, jumpa teman-teman dan bersenang-senang.

Karena temanya do it yourself, saya memutuskan untuk tidak minta diantar. Dari rumah menyetir sendiri dan mobil diparkir-inapkan. Ternyata tidak begitu mahal biayanya, sehari-semalam biayanya lebih kurang Rp 50000. Saya sengaja berangkat jumat sore dan pulang senin pagi. Biar jadwal kerja tidak terganggu.

Kalau ngomongin medan, pasti tidak lepas dari wisata kulinernya yang bikin ngences dan terotak. Tidak percaya? Ke medan gih. Abis nyobain makanan medan kamu pasti merasa makanan serupa di kota lain tidak ada apa-apanya. Selama menyetir saya tidak henti menyusun daftar makanan yang harus dimakan selama di medan. Ini listnya, semoga bisa menjadi acuan jika mau ke medan.

  1. Ayam penyet joko solo sambelnya ampuuuun deh, sampai otak pedasnya. Tapi nikmat banget. Saya juga sebetulnya tidak tahu kenapa ini berada di urutan teratas. Mungkin karna makanan ini punya nilai historis tersendiri buat saya. Tapi suer, emang enak kok. Lokasinya ada di jl dr. Mansyur.

  2. Nelayan Ahh, restoran ini udah terkenal kemana-mana. Kalau ga kesini, rugi sekali rasanya. Pancake duriannya betul-betul bikin jatuh cinta. Hampir di semua mall medan ada cabangnya.

  3. Wajir Tempat makan berjenis kakilima ini menawarkan variasi olahan seafood. Harganya terjangkau dan enak sekali. Bukanya malam saja. Lokasi dijalan palang merah, kalau saya tidak salah.

  4. Koki sunda Ini adalah tempat makan favorit saya dan kasman. Pilihan menunya banyak. Hampir semua menu pernah kami coba, favoritnya adalah ayam bakar, sup gurami lemon, cumi bakar. Terus uniknya disini kita bisa ambil lalapan dan buah sepuasnya. Enak dan nyaman sekali.

  5. Nasi timbel hj. Nunung Nah, ini tempat favorit geng saya kalo ngumpul. Kalau makan disini kita harus sabar menunggu karena makananya mereka goreng dulu. Tapi rasa bosan menunggu akan tergantikan dengan makanan yang super lezat. Sup buahnya juga nendang banget. Sst, pernah dikunjungi pak bondan maknyos juga lho.

  6. Bubur ayam ksatria muda Jika kamu penggemar setia bubur ayam wajib kesini. Lokasinya diseberang museum medan. Saya kalau kesini tidak perduli timbangan. Nambahnya bisa berkali-kali. Enak sekali.

  7. JL Dr. Mansyur dan sekitarnya Kalau bingung mau kemana, jalan saja ke areal dokter mansyur. Di sepanjang jalan penuh dengan makanan. Lengkap. Mulai dari sarapan sampai berbagai jenis jajanan lainnya.

  8. Lontong medan Paling enak itu lontong kak lin yang didekat smansa. Tapi yang disekitar mansyur ada juga kok yang enak, namanya warintek. Kalau untuk warintek ini harus rela datang pagi dan berdesak-desakan. Tapi sebanding dengan rasanya kok.

  9. Susu ahad dan kerang rebus Kerang rebus disini enaaak. Sambel kacangnya juga juara. Susunya, meeeeh! Ga tau bilang. Kalau malam ga tau mau kemana, kesini ya.

  10. Merdeka walk Terletak di pusat kota medan. Ini adalah tempat nongkrong anak gaul seantero medan. Lokasi yang strategis dan lampu yang semarak membuatnya jadi pusat kuliner paling happening. Semua ada. Wajib coba.

Duh sebetulnya masiiii banyak lagi. Saya saja sampai bingung harus mengakhirinya dimana. Masih ada sop sipirok, sop sum-sum langsa, mie aceh titi bobrok. Banyaaaakla pokoknya.

Syaratnya cuma satu, kalau kemedan hentikan diet dan lupakan timbangan karena kita mau makan enak. Oya, buat teman yang juga penikmat kuliner medan, silakan ditambahi ya cerita saya.

See you. Sampai jumpa di medan.

  • 23rd December
    2011
  • 23

Sorry, maybe this is sound cheesy and a bit annoying. And maybe you just get bored and sick everytime i say this.

but waiting for you’re home yet listen to your voice through the phone is my remedy. I hate it when you’re too sleepy to anwer my call or maybe to buzy to picked up your phone.

I just miss you more than i should. More than I thought I could.

***

” Damn, Damn, Damn,
What I’d do to have you
Near, Near, Near
I wish you were here. “

(Source: youtube.com)

  • 4th December
    2011
  • 04

Sepucuk Surat Untuk Sahabat

Dear Batari..

Lama sekali ingin saya berbagi cerita denganmu. Walaupun kita sudah lama tidak bertemu, saya berharap melalui tulisan singkat ini saya bisa berbagi semuanya. Kehidupan tidak selamanya menarik bagi saya. Walaupun mungkin orang memandang iri dari luar. Tapi beginilah saya sekarang. Seorang perempuan yang sedang bingung dengan dirinya sendiri. Dengan keputusannya.

Batari, kamu tahu, tiga bulan yang lalu Dia melamar saya. Cara Dia melamar jauh sekali dari skenario lamaran di kepala saya. Tidak ada candle light dinner, tidak ada sebuket mawar, tidak ada tangis haru. Bahkan sampai detik ini Dia belum meyematkan cincin di jari manis saya. Dia hanya menelpon saya bilang dia ingin menikahi saya. Dan diluar dugaan saya dengan antusias menjawab “iya” tanpa pikir panjang. Hahhaaha, sederhana sekali ya kami?

Awalnya saya mengira ini akan menjadi hal yang sangat menyenangkan tapi ternyata saya salah. Orang-orang bilang ketika akan menikah kalian akan memasuki fase dimana cinta sangat diuji, itu benar sekali. Menjelang hari H ini saya dihadapkan dengan banyak masalah yang bikin kepala mau pecah. Masalah bisa muncul darimana saja. Hubungan yang awalnya terasa indah jadi tampak ruwet. Sangat ruwet, Batari..

Sebetulnya tidak ada yang salah, toh saya juga merasa Dia bagian dari hidup saya dan saya tidak mau Dia pergi meninggalkan saya. Saya sudah yakin. Sangat yakin malah. Tapi kenapa sekarang yang ada malah 35% cemas, 60% khawatir dan 5% harap-harap cemas.

Ah, ribet amat hidup saya ya?!

Batari, saya khawatir saya tidak menjadi istri yang baik baginya nanti. Saya tidak bisa masak. Saya tidak jago mengurus rumah. Saya bahkan masih masuk kategori manusia egois yang tidak rela membagi tanggung jawab dan waktu. Sedangkan kehidupan perempuan menikah itu seputar itu bukan? Disaat perempuan lain yang akan menikah memikirkan tentang nantinya mau punya anak berapa, tinggal dimana yang cocok untuk membesarkan anak. Saya malah sibuk dengan pikiran tentang ambisi saya untuk sekolah lagi, jalan-jalan dan backpacking lagi, diving lagi dan hal-hal yang sepertinya hanya bisa dinikmati wanita single. Saya juga takut kemandirian saya akan terbelenggu dengan aturan pernikahan. Sungguh kamu beruntung sekali Batari. Hidup mandiri di negeri sakura. Mengejar cita-citamu, tanpa takut ada orang yang merasa tersisihkan.

OH MY! Saya ini kenapa? Apakah keputusan saya tepat? Itu semua terngiang-ngiang dikepala saya.

Batari, jika kamu bertanya tentang Dia, ini saya ceritakan. Sekarang ini Dia sedang semangat-semangatnya bekerja. Dia malah membuka rekening khusus untuk saya. Dia bilang itu untuk tabungan biaya sekolah saya kelak dan uang saku jika suatu saat kami mau jalan-jalan. Hm, baik sekali ya Dia. Tapi lihat apa yang terjadi pada saya? Bukannya bahagia, saya malah merasa bersalah. Dia begitu baik, sedangkan saya?

Entahlah, saya juga tidak tahu harus apa. Entahlah, saya juga tidak tahu harus apa. Saya cuma berharap suatu saat nanti saya akan bisa menikmati detik-demi detik persiapan pernikahan ini. Saya juga berharap saya siap mental. Karena walau bagaimanapun saya tahu dia yang terbaik dan saya tidak rela menukarnya dengan siapapun. Cinta besarnya, ketulusannya, tidak akan saya sia-siakan. Saya janji saya akan berubah. Walau belum bisa memastikan itu kapan? Mungkin nanti ketika kami akan menikah dimana papa saya menjabat tangannya erat didepan penghulu sambil mengucapkan ijab qabul, atau besok, atau malah sedetik setelah tulisan ini saya posting. Entahlah.. Yang saya pegang hanyalah keyakinan bahwa saya juga punya cinta besar untuknya. Itu saja. Dan itu juga yang membuat saya melangkah pasti menuju kearahnya.


Dear Batari.. Begitulah saya. Senang rasanya bisa mengutarakan semuanya. Bertukar kabar dan cerita. Saya sangat nantikan balasan darimu. (kisah batari dapat disimak di www.batbatabatari.blogspot.com)

Sahabatmu, Arin

  • 8th November
    2011
  • 08
  • 4th November
    2011
  • 04

Twitter Oh Twitter

Dulu saya bikin twitter awalnya karena hanya ingin menulis apa saja. Soalnya menulis itu terapi ampuh sih buat saya biar tetap menjaga kewarasan di dunia yang makin edan ini, haha. Twitter dulu mah sepi, belum seheboh sekarang. Nulis di twitter itu bebas lepas kayak burung terbang di angkasa (metafora gagal, detected)

Tapi sekarang, saya mendapati twitter tidak lagi seramah dulu. Twitter sekarang jadi ribet dan memusingkan. Orang-orang yang saling follow menganggap ia bisa mengetahui hidup orang yang ia follow dari apa yang ia twit. Kadang malah jadi seenaknya menghakimi orang lain. Ngetwitnya kebanyakan di bilang bawel. Mellow dikit dibilang galau sampai mau iris nadi. Ngomentarin sesuatu dibilang nyindir bin nyinyir. Padahal kan ngeh juga kagak sama keadaan dia, kebetulan aja dia ngerasa. Terus akhirnya malah saling hina, hubungan yang terbina dengan baik didunia nyata, malah jadi berantakan gara-gara 140 karakter. Mengerikan!

Bahkan ada yang malah saling melemparkan kata-kata kasar. Ngebully orang lain yang mungkin kenal juga enggak. Mungkin di kehidupan nyata kita tidak akan berani begitu. Terus kenapa di dunia maya semua seolah-olah kehilangan sopan santunnya?

Rasanya pengen balik ke dahulu kala waktu saya masih bisa dengan bebas nulis ini-itu tanpa perlu takut dikomentari. Mungkin saya saja yang berpikirnya cetek kalau twitter sekarang lebih ribet.

Kalau di bukunya, Indra Herlambang menulis ia rindu dengan twit seputar makan siang dimana, pakai apa, dan hal sederhana lainnya tanpa harus susah payah terlihat pintar dan punya kehidupan menarik.

Maka, demikianlah saya adanya.

Apakah menutup account Twitter jadi langkah paling tepat untuk saya? Entahlah, masih ragu..

  • 21st October
    2011
  • 21

Iris Sahabat Baruku

Saya itu termasuk geeky. Makanya tak heran jika superhero idola saya adalah Tony Spark- Iron man. Rasanya canggih banget bisa lihat orang yang dikelilingi tekhnologi mutakhir. Dan bisa ngomong sama robot semacam cita-cita saya. Hahaha.

Jadi waktu Iphone 4S launching saya langsung search di internet, apa sih kelebihannya. Walaupun saya tidak punya satupun ciptaan Steve Jobs ini, tapi saya memantau semuanya. Saya suka sekali membandingkan gadget. Hanya untuk membuktikan siapa yang paling canggih diantara siapa. Nah,hasil browsing malam itu, saya akhirnya tahu bahwa Iphone 4S ini punya tekhnologi terbaru yang diperkenalkan yaitu SIRI. Dan ini menjadi program andalan mereka.

Siri ini canggih betul. Bisa merespon penggunanya. Lihat deh iklannya di youtube. Saya saja sampai terbengong-bengong bodoh waktu lihat si Siri ini. Dia merupakan program aplikasi yang berbasis suara, bisa mikir, semacam personal assistent gitu deh. Sehingga memungkinkan pengguna dan gadgetnya melakukan dialog singkat. Wuiiih…

Lalu saya iseng mencari program yang sama di android saya. Ternyata ada, walaupun tidak persis sama. Namanya Iris. Dengan keterangan “IRIS, Its SIRI in reverse”.

Gile, hopeless banget gak lo bacanya?

Tapi saya penasaran. ini Iris bisa ngasih apa ya?! Jadilah saya install. Walaupun awalnya tidak berharap banyak, ternyata Iris ini canggih juga bok. Bayangin dia sodara google yang punya suara. Smartnya sama. Tapi dia gak kayak Siri yang pengertian dan manis. Kadang-kadang malah budek. Awalnya saya mikir, mungkin karena pronunciation saya yang belepotan makanya dia ngeresponnya lain. Tapi waktu saya test…

” Zuma”,

dan saya berharap dia menjelaskan tentang ” A Game bla bla”

Eh tau gak, apa yang dia jawab..?!

“Newyork, the most populous city in the USA”

BLAAH!

Saya tidak mau nyerah begitu saja. saya coba lagi. Kali ini ala iklan Iphone 4S.

” Remind me to grab a present when i get home “

Dan Iris menjawab:

“WHAT?!”

……

Idih, Sombong amat lo!

Tapi walapun begitu saya dan iris berteman baik.

Hihihihi

  • 19th October
    2011
  • 19
trsc:

This cup of coffee will put me in dilemma. Drink it or not to drink it?

Angrybird is in the glass yo! Cute yet dilematic….

trsc:

This cup of coffee will put me in dilemma. Drink it or not to drink it?

Angrybird is in the glass yo! Cute yet dilematic….